Redesign

aprian - February 9th, 2006

*fiuu*… akhirnya kelar juga. Eh belum juga sih, masih 95%. Tinggal ngebenahin yang kecil-kecil, tambah ini-itu, baru bisa dibilang 100%.

Tante loucee, makasih bantuannya buat tuning websitenya ini. Emang beda kalo yang jagoan ma amatiran. Di-tuning dikit aja perubahannya bisa banyak dan jadi bagus.

Sekarang dibuat lebih simple ajah, nuansa hijau dengan feel yah…hmm..tetap melankolis. Secara gue gak pernah bisa bikin web yang gak melankolis… *menyebalkan*.

Sebenarnya template web ini udah kelar desember 2005. Berhubung faktor malas dan faktor kapasitas otak gue yang terbatas, jadi butuh waktu lama buat bikin web, jadi aja ketunda dan tunda dan tunda dan tunda. Akhirnya setelah ada dorongan dari jauh yang nanya mulu kapan ganti desain dan demi dia…. akhirnya bisa 95% lah sekarang.
Webnya pake Wordpress 2.0. Gue suka banget ma interface adminnya. Biru bikin hati senang dan riang gembira. Plus code-codenya yang simple dan mendukung xhtml.

Gue lagi berusaha supaya web ini sesuai aturan dari W3C — code html yang sesuai semantik. Web ini didesain tableless supaya lebih gampang utak-atik dikemudian hari. Gue harap sih, kalo gue ganti desain gue tinggal ganti css-nya aja. Web ini udah xhtml strick valid, cuma belum css valid. Yang bikin bingung seh validasi css, gue gak tahu benerinnya dimana. Errornya gak nemu-nemu. Ada yang bisa bantu?. Selain itu juga, udah lewat penyaringan dari verifikasi untuk aksesibilitas web.

Ya setelah semua udah beres, tinggal bikin content yang indah dibaca, indah didengar dan indah di hati. Mudah-mudahan web ini bisa jadi 100% secepatnya dan gue masih tetep rajin nulis….

p.s: Halaman about-me belum ada content. Link belum diupdate (Jangan galak dulu yang belum kelink ya?.). Belum CSS Valid. Halaman arsip belum XHTML Valid dan terahir yang paling penting… gue belum punya pacar *keluh*

20 Kata

wanita indah

aprian - January 28th, 2006

Kalau pria-pria terangsang dan melakukan pornoaksi karena melihat wanita berpakaian sedikit terbuka, bukan berarti harus ada undang-undang untuk melarang wanita berpakaian sedikit terbuka!… itu pelimpahan tanggung jawab bung! Kenapa tidak dibuat sekalian undang-undang untuk melarang pria-pria melihat wanita berpakaian sedikit terbuka… !!

Sepertinya ada yang salah dengan logika di negeri ini

*saya pecinta wanita dan pecinta keindahan pada wanita*

25 Kata

Kain Pel

aprian - January 13th, 2006

Sini kamu!

Dari pojok lantai ia terlari tergopoh-gopoh mendekat.

Malam ini ada pesta, aku harus tampil cemerlang. Aku tak mau ada noda didiriku” sahut sang ubin.

Lihat, ada noda coklat disudut sana. Aku terlihat kusam. Aku tak mau mereka mencemoohku

Baik“, jawab kain pel singkat sambil tersenyum.

Dengan tekun ia mulai membersihkan setiap ubin hingga menjadi cemerlang. Melepaskan kotoran-kotoran yang melekat. Menggosok hingga ubin berkemilau seperti baru kembali. Bahkan ia sendiri dapat bercermin pada sang ubin.

Kain pel itu sudah lama tinggal dirumah ini. Ia tinggal disudut gelap dibawah tangga. Ubin-ubin itu tak ada yang menghiraukannya. Yang mereka tahu, ketika mereka menjadi kotor, mereka akan berteriak memanggil kain pel untuk membersihkannya. Dan kain pel akan datang membantu mereka tanpa banyak tanya.

selengkapnya…

9 Kata

Pagi gak penting.

aprian - December 16th, 2005

Selamat pagi… :)

Pagi yang cerah dan senyum di bibir merah, sejuta rasa bahagia

Pernah denger lirik lagu Chrisye yang diatas kan?. Gue lupa judulnya seh, tapi yang gue inget cuma sepotong itu, dan pas sama waktu gue nulis ini. Ya, cuma paginya doank yang sama, sejuta rasa bahagianya entah dmana, mungkin di laut bersama ubur-ubur… :D

Gue lagi bingung mau nulis apa. Tapi kalo gak nulis, kayakna blog ini berkesan hidup segan mati tak mau. Jadi ya sudahlah, gue ketik apa yang ada dikepala ajah. Blog kan emang buat katarsis gitu kata seorang “pakar Telematika Indonesia”. Kalo gue seh mungkin seperti sebuah sanctuary. Ya tiap orang berhak punya pendapat dan pembenaran masing-masing. Bagus juga ada banyak fungsi blog, isinya jadi makin beragam. Jadi makin banyak jendela buat ngeliat dunia tiap orang.

Gue ngomong apa lagi yaks tadi itu? heheheh. Gini ni akibat pagi-pagi selow, melow, galau. Lagu sih Aqualung - Brighter Than Sunshine, tapi suasana hati gelap gulita gini.

Ada ide mau ngapain? Tebak-tebakan jayus udah gak jaman, secara gue udah jayus duluan sebelum tebak-tebakan. Bahas tentang sayang, cinta, benci dan temen-temennya juga lagi males, secara bosen juga galau, melow. Mo ngelucu…hmmm gue lagi gak lucu akhir-akhir ini. Mau bahas soal import beras dan penanganan korupsi di Indonesia, ahh yang ada malah ngedumel sendirian dan gue juga gak tahu detail informasinya. Ngecap yang ilmiah.. bah!, itu lagi. Otak gue udah buntu duluan. Jadi ngapain donk?

Mungkin sebaiknya kita nikmatin selingan berikut, siapa tahu bisa bikin otak jadi lebih seger.
mariana renatha

sendiri…gila…garing…basi…takut…jatuh cinta…kangen…sedih…galau…bahagia…bodoh…tetap sendiri…

6 Kata

demi perasaan….

aprian - October 14th, 2005

analoginya seperti ini….“, aku menarik nafas panjang.

hallo?”

Ya, aku dengerin kamu kok

Gini, ibarat ada seseorang yang akan meletakkan permata yang begitu berharga di telapak tanganmu. Kamu sangat-sangat menginginkan permata itu terkepal erat di tanganmu untuk selamanya. Ingin memilikinya. Tapi karena suatu alasan yang tidak bisa diperdebatkan kamu tahu bahwa kamu tidak bisa mengepalkan jari-jemarimu untuk memilikinya

Aku diam sesaat.

Jadi aku memilih untuk mengepalkannya sementara saja dan kemudian membiarkan permata itu diambil lagi dari telapak tanganku. Aku hanya ingin merasakan perasaan indah ketika telapak tangan terkepal dan menggegam permata itu dengan erat, walau hanya sesaat

Aku diam…

Seperti itu?” tanyanya.

Ya seperti itu“. sahutku.

***

Jujur saja, aku juga bingung darimana aku mendapat analogi seperti itu. Melintas begitu saja dalam kepalaku. Tapi ya itu yang aku rasakan.

Aku hanya ingin merasakan perasaan indah itu, walau hanya sesaat. Bukan sebelumnya tak indah, tapi hanya aku belum menggegamnya erat. Ketika aku sudah menggegam erat dan permata itu diambil lagi dari telapak tanganku dan perasaan indah itu lenyap dan berganti dengan sedih, aku menerima konsekuensinya. Tapi kenangan akan perasaan indah itu tak akan tergantikan.

Seperti sekeping mata uang, selalu ada sedih, selalu ada senang. Kita tak bisa memilih salah satunya, kita harus menerima keduanya. Satu keping selalu dua sisi…. bukan begitu?

42 Kata