Joyfull
aprian - September 29th, 2007
“Ke Citoz ya pak“.
“Mau lewat tol?”.
“Gak usah deh mas, jam segini lancar kok“.
Supir taxi bluebird ini menyapaku ramah. Selain mobil yang bersih dan relatif baru, yang aku sukai dari si burung biru ini adalah supirnya yang ramah dan senang bercerita.
“Ramai mas hari ini?”
“Ya begitulah pak. Namanya orang cari rejeki“.
Pertanyaan pembuka itu selalu kuajukan kalau aku menumpang taxi. Menyenangkan untuk berbincang-bincang dengan mereka. Banyak hal yang bisa dilihat dan digali. Dan sering tanya jawab basa basigini berubah menjadi ajang curhat. Ada yang curhat tentang kondisi di kampung halamannya, ada yang curhat tentang keluarganya, ada curhat tentang ideologi politis mereka, bahkan ada yang menangis curhat bagaimana anak perempuannya menikah tanpa memberi kabar padanya.
Aku tak bermaksud untuk mengorek-orek kehidupan orang lain ataupun untuk mau tahu urusan orang lain. Aku hanya ingin mendengar cerita mereka, melihat dunia dari sudut pandang orang lain dan terkadang aku hanya ingin membunuh waktu selama jam perjalanan.
Terima kasih aku telah diberi “jendela-jendela” untuk melihat dunia dan hidup dari sudut pandang yang beragam.
Joyful..
***
“Terima kasih pak” sambil ku angsurkan uang 20-ribuan padanya. Dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Masih kurang 5 menit dari jam perjanjian. Aku berdiri di lobby sambil menunggu dan melihat-lihat. Salah satu kegemaranku adalah melihat keramaian, melihat orang melakukan aktifitas.
Mall ini adalah salah satu mall yang ramai. Siang dan malam sama ramainya. Siang banyak pegawai kantor atau bos-bos yang makan siang ataupun mengadakan meeting disini. Entah meeting atau meeting.
Ibu-ibu mengandeng anaknya, abg-abg putri yang lucu dan imut banyak bersliweran di sini. Malamnya juga begitu, ramai. Apalagi malam-minggu, sepertinya semua orang jakarta selatan makan malam disini. Tapi enaknya, “pemandangan”-nya indah. Setidaknya menunggu bukanlah hal yang membosankan jadinya.
Joyful…
***
Mobil escudo ungu itu masih terjebak macet di pintu masuk mall ini. Menunggu giliran untuk masuk dan melewati lobby. Pengemudinya gadis muda cantik. Berbaju pink dengan cardigan pink yang lebih lembut. Rambutnya dibiarkan tergerai. Wajahnya sedikit cemberut, mungkin kesal menunggu antrian hanya untuk masuk ke mall ini.
Aku tersenyum melihatnya. Sebenarnya semua orang juga tampak cemberut untuk menunggu. Macet, hanya karena banyak mobil yang menaikkan dan menurunkan penumpang di lobby yang tak begitu besar ini. Rasanya orang-orang Jakarta ini perlu diberi bekal kesabaran lebih banyak lagi.
Jalur mulai sedikit bebas, mobil escudo itu makin mendekat ke lobby.
Aku berlari mendekati mobil itu, membuka pintu dan duduk di sebelah gadis itu.
“Dah lama?” tanyanya.
“Lumayan“. jawabku sambil tersenyum.
Siang yang panas dalam mobil ber-AC bersama gadis yang cantik.
Joyfull….
Bohong
aprian - June 26th, 2007
“Loe bisa bohongi temen-temen loe, bisa bohongi keluarga loe, bisa bohongi gue dan bahkan loe bisa bohongi seluruh dunia……
Tapi loe gak akan bisa bohongi diri loe sendiri!”
Pertanyaan
aprian - April 27th, 2007
Duduk diam disini dengan kepala penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang aku tahu pasti tidak akan terjawab membuatku muak dan lelah. Ternyata jauh lebih lelah seperti ini daripada mengejar bola 2×45 menit melawan anak-anak RT sebelah dalam pertandingan bola antar RT di bandung dulu.
Sepertinya aku harus belajar lebih keras untuk lupa. Lupa, sesuatu yang dulu kuanggap mengganggu karena sering kali membuatku mengalami banyak masalah, sekarang adalah satu-satunya jalan agar otakku ini tak muak dan lelah dirongrong pertanyaan-pertanyaan ini.
Mungkin lupa itu bukan lawan dari ingat, tapi lupa ada komplemen dari ingat. Seperti dua sisi keping uang receh, mereka ada untuk menjadi satu, bukan untuk saling berlawanan. Kadang “ingat” adalah hal yang diperlukan dan kadang “lupa” ini juga yang kita perlukan. Mungkin juga itu kenapa selalu ada sisi dari tiap hal di dunia ini. Ah, nanti kita tanyakan saja pada Tuhan. Ini saja sudah menambah pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa kujawab.
Lalu kalau sekarang tidak bisa lupa bagaimana?. Itu lagi pertanyaan baru. Kenapa hidup ini selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan? Apa memang kita hidup untuk menjawab pertanyaan?. Nah kan, pertanyaan lagi?.
Rasanya aku perlu pengalih perhatian saat ini. Sesuatu yang membuatku berhenti bertanya-tanya seperti ini. Tapi sebelumnya, kamu percaya kalau tiap masalah yang kamu hadapi itu jawabannya selalu ada di sekitar kita? Kalaupun jawabannya tidak ada di sekitar kita, tapi orang-orang atau hal-hal yang membantu kita menemukan jawaban akan ada di sekitar kita. Dekat dengan kita. Percaya?. Aku percaya itu. Aku percaya karena hal seperti itu sering terjadi. Ya ini bukan kebenaran mutlak, hanya soal kepercayaan aja. Bukankah kita hidup dengan apa yang kita percayai?
Jadi.. Di sebelah kananku ada buku Long Tail-nya Chris Anderson yang belum terbaca. Di sudut depan kanan, ada 5 DVD bajakan. The Pursuit of Happyness, The Illusionist, Flags of our father, Letters from Iwo Jima, Apocalypto. Sebelah kiriku Trax edisi April dengan pose Avril Lavigne yang menurutku seksi. Di depan atasku ada Doa Sang Katak Anthony de Mello, Rule of Four yang belum terbaca dan beberapa buku lain. Di sebelah kiri depan ada gunting.
Gunting rasanya gak akan membantuku saat ini. Avril juga tak begitu menggoda imanku. Long Tail? Otakku sedang mumet mencerna bahasannya. Doa sang katak? Sudah lebih dari 5 kali aku baca. Jadi yang tersisa mungkin film-film ini.
Rasanya dari tadi dvd ini menggodaku. Mudah-mudahan aku menemukan jawaban disini. Kalaupun tidak, mudah-mudahan menemukan inspirasi untuk menemukan jawabannya. Kalaupun juga tidak, mudah-mudahan aku bisa menghilangkan rasa muakku ini. Judulnya juga merefleksikan apa yang kurasa saat ini.
The Pursuit of Happyness…
***
Malam ini, malam yang katanya dimana keinginan-keinginanku akan terkabul karena tanggalnya istimewa buatku, aku hanya menginginkan sesuatu yang semua orang juga pasti inginkan ….. Kebahagiaan.
Doakan aku.
Selamat tahun baru 2007 ?
aprian - January 1st, 2007
Selamat sore!
Gue baru bangun nih. Bagaimana pesta tahun baru-nya tadi malam?. Rame, seru, gila, nendang atau biasa aja?.
Gue … hmm, cuma main games Dotta di sebuah games center di jalan Diponogoro sama temen gue sampai jam 1/2 6 pagi. Kayakna kemarin lebih sibuk mikirin gimana lucifer, hero gue, bisa punya attack yang lebih kuat dan bisa ngeluarin magic buat ngebunuh hero musuh lebih cepat. Lebih pusing mikirin gimana markas gue di serang terus menerus dan pertahanan gue udah mulai jebol daripada sibuk berhitung mundur dan meniup terompet untuk nunggu pergantian tahun.
Basi?
Gak juga sih. Secara gue akhir-akhir ini … eh, bukan akhir-akhir ini, 2 bulan belakangan ini sedang mengalami masalah gangguan hati dan kram otak makanya mood buat pesta-pesta, hura-hura untuk tahun baru jadi gak masuk dalam daftar must yang harus gue lakukan. Bikin wishlist sama bikin resolusi kayak biasanya aja nggak. Bener-bener nggak kepikiran sama sekali.
“Oi..sehat fisik & hati dul?”, SMS dari si ayam yang bikin hp gue rame pagi-pagi tadi. Tapi sms-nya bikin gue jadi kepikiran juga.
Sehat fisik?
Kalau ukurannya gue masih hidup, ya gue masih posting di blog gue sampai saat ini. Tapi gak tahu juga kalo 2 jam lagi gue ketabrak truk manggis trus ketimpa tangga pula, he he he. Tapi kalo ukurannya berat badan, tekanan darah dan teman-teman statistik vitalitas tubuh itu, mungkin gue lagi sakit juga. Ini juga makan pagi gue jam 3 sore gini. Badan gue lagi gak konek ma otak gue ni. Sinyal-sinyal lapar gak kunjung dikirim dari otak. Kayakna lagi nge-hang.
Pernah gak loe ngerasa kebanyakan informasi yang datang dalam otak loe?. Kayak badai tsunami gitu. Sampai loe harus kewalahan sendiri untuk nerima, nyerap, memilah mana yang penting, mana yang sampah, mana yang harus dipikirkan, mana yang harus dilupakan, mana yang harus diingat. Dan pada puncaknya loe ngerasa kepala loe berasap dan loe pengen neken ctrl-alt-del buat ngereset biar otak loe mulai kerja lagi dari awal tanpa ngalamin badai informasi kayak gini.
Trus hati?
Kayakna pertanyaan ini harusna mang dijadiin satu. Menurut gue sih Hati dan otak itu satu paket. Hati riang otak normal dan hati sedih otak gila. Karena hati riang otak gak perlu bekerja keras untuk menstabilkan hati. Coba hati sedih, otak bekerja keras supaya hati riang lagi kan. Jadi ada beban tambahan lagi buat si otak. Tapi kalo si hati gak diurusin supaya riang lagi, yang ada otak bekerja seperti robot, tanpa rasa. Dan itu artinya loe bukan lagi jadi manusia.
Bingung?
Tenang, gak usah panik. Gue yang nulis aja juga bingung gue nulis apaan ini. Buat gue, ini cuma pelarian buat otak gue yang lagi kram dan hati gue yang lagi kelabu. Isinya mah gak penting. mungkin iklan obat kuat yang ada di Pos Kota jadi lebih penting daripada ini.
Jadi?
Ya jadi inilah tahun baru gue… eh salah, inilah ucapan selamat tahun baru dari gue. Dan maaf, saya sedang tidak merayakan tahun baru kali ini. Mungkin tahun depan saja, doakan saya tidak tertabrak trus manggis ya? :)
