<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Kata Kata Pada Mata, Telinga, Mulut dan Hati</title>
	<atom:link href="http://www.aprian.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aprian.net</link>
	<description>Kata Kata Pada Mata, Telinga, Mulut dan Hati</description>
	<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 14:03:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>30-2-1</title>
		<link>http://www.aprian.net/2008/04/27/30-2-1/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2008/04/27/30-2-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 14:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Bola diletakkan wasit tepat 11 meter dari garis gawang. Sebuah penalti. Michael Ballack dari Chelsea telah bersiap-siap untuk melakukan tendangan. Aku hanya diam, mengatupkan telapak tanganku dan berdoa agar penalti ini tidak menjadi sebuah gol.
Van De Sar bergerak ke kiri tapi bola diarahkan ke kanan oleh Ballack. GOLL!. 2 -1 untuk keunggulan Chelsea atas Manchester [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bola diletakkan wasit tepat 11 meter dari garis gawang. Sebuah penalti. Michael Ballack dari <a title="Chelsea FC" href="http://www.chelseafc.com">Chelsea </a>telah bersiap-siap untuk melakukan tendangan. Aku hanya diam, mengatupkan telapak tanganku dan berdoa agar penalti ini tidak menjadi sebuah gol.</p>
<p>Van De Sar bergerak ke kiri tapi bola diarahkan ke kanan oleh Ballack. GOLL!. 2 -1 untuk keunggulan Chelsea atas <a title="Manchester United" href="http://www.manutd.com">Manchester United</a></p>
<p>Para pendukung Manchester United pasti kecewa atas gol ini dan mungkin juga tidak terima atas terjadinya penalti ini. Begitu juga aku.</p>
<p>Pertandingan hanya tersisa beberapa menit lagi dari waktu normal ditambah dengan injury time selama 5 menit. MU memang memiliki beberapa peluang lagi setelah itu, tapi semua berhasil diselamatkan tepat di garis gawang. &#8220;<em>Sial!&#8221; </em>umpatku.</p>
<p>Wasit meniupkan peluit terakhirnya tepat pada menit ke 95. Manchester United kalah!</p>
<p>Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dan terduduk lemas. Kalau saja MU menang, maka malam minggu ini adalah malam perayaan kemenangan ke-10 Alex Ferguson sebagai manajer dalam menjuarai Liga Inggris. Tapi semua tidak sesuai skenario, MU harus menunda perayaannya. Masih ada 2 pertandingan penentuan lagi. Sekali MU kalah ataupun seri, peluang untuk juara liga akan hilang di depan mata.</p>
<p>***</p>
<p>&#8220;<em>Selamat ulang tahun ya..&#8221;. </em>27 April, pukul 00.00 WITA, beberapa teman-temanku mulai menelpon dan sms untuk mengucapkannya. Aku berterima kasih atas semua ucapan dan doa-doa yang diberikan padaku. Tapi Jujur saja aku tidak begitu antusias terhadap ulang tahunku ini. Aku merasa hari ini sama seperti hari-hari yang lain. Tak ada yang istimewa.</p>
<p>Beberapa hari sebelumnya aku berharap MU menang melawan Chelsea dan menjadi juara liga inggris dan itu akan menjadi kado ulang tahun yang indah buatku. Tapi ternyata tidak&#8230;</p>
<p>Jadi, hari ini bukanlah hari yang indah buatku&#8230;. <strong>berumur 30 dan MU kalah.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2008/04/27/30-2-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>beautiful life</title>
		<link>http://www.aprian.net/2008/03/25/beautiful-life/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2008/03/25/beautiful-life/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 12:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2008/03/25/beautiful-life/</guid>
		<description><![CDATA[What makes life beautiful if all the good things are gone? &#8230;.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>What makes life beautiful if all the good things are gone? &#8230;.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2008/03/25/beautiful-life/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menunggu</title>
		<link>http://www.aprian.net/2007/11/23/menunggu/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2007/11/23/menunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 13:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2007/11/23/menunggu-2/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lagi apa loe?&#8221;
&#8220;Menunggu&#8221; jawabnya singkat.
Spontan aku melihat sekitarku, memastikan ada mahluk, benda atau apapun yang mendekat yang layak untuk ditunggu.
&#8220;Loe nungguin apa?&#8221;
&#8220;Gak tahu&#8221; jawabnya singkat lagi.
&#8220;Maksud loe?&#8220;. Rasanya aneh menunggu sesuatu yang kita tidak tahu apa bentuk atau wujudnya. Kalau menunggu sesuatu yang datang tapi terlambat masih wajar, tapi ini&#8230;
&#8220;Gue ngerasa gue harus nunggu sekarang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Lagi apa loe?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Menunggu</em>&#8221; jawabnya singkat.</p>
<p>Spontan aku melihat sekitarku, memastikan ada mahluk, benda atau apapun yang mendekat yang layak untuk ditunggu.</p>
<p>&#8220;<em>Loe nungguin apa?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Gak tahu</em>&#8221; jawabnya singkat lagi.</p>
<p>&#8220;<em>Maksud loe?</em>&#8220;. Rasanya aneh menunggu sesuatu yang kita tidak tahu apa bentuk atau wujudnya. Kalau menunggu sesuatu yang datang tapi terlambat masih wajar, tapi ini&#8230;</p>
<p>&#8220;<em>Gue ngerasa gue harus nunggu sekarang. Tapi gue juga gak tahu kenapa gue harus nunggu, siapa yang gue tunggu dan sampai kapan gue bakal nunggu</em>&#8220;.</p>
<p>Bumi memang sedang mengalami pemanasan global, tapi sepertinya otak teman baikku ini sudah terlebih dahulu mengalami pemanasan global.</p>
<p>&#8220;<em>Ok&#8230;</em>&#8221; sahutku berusaha untuk mencerna alasannya. Mungkin ada alasan waras tingkat tinggi yang tidak terjamah oleh otakku yang daya cernanya kurang.</p>
<p>&#8220;<em>Salah ya?. Loe gak bisa buktiin gue salah kan? Dan gue juga gak bisa buktiin gue benar. Ya kan?. Jadi menurut loe apa yang gue musti lakuin?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Percaya</em>&#8221; jawabku</p>
<p>&#8220;<em>Yak! Itu yang gue lakuin. Gue cuma bisa percaya bahwa yang gue lakuin benar. Kalopun salah &#8230; ya anggap aja gue melakukan salah satu hal bodoh lainnya. Toh gue gak mengganggu hidup orang lain dan gue juga gak menyebarkan aliran sesat&#8230;hehehehe</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Hehehhe.. gebleg!</em>&#8220;.</p>
<p>Tapi ia benar, kalau saja ada dukun yang bisa menerawang dan memberi jawaban, mungkin dia takkan melakukan hal bodoh ini. Tapi masalahnya kita tak tahu jawabannya. Satu-satunya jalan adalah menjalani apa  yang kita percayai saat ini dan mencoba mencari jawabannya sendiri. Seperti sebuah pembelajaran spritual. Dan juga, toh hidup itu sendiri adalah tentang <a href="http://www.aprian.net/2005/04/05/menunggu/">menunggu</a>. Apa salahnya menunggu lagi walaupun itu terdengar bodoh.</p>
<p>&#8220;<em>Terus loe ngapain masih disini?</em>&#8221; tanyanya padaku dengan pandangan penuh selidik.</p>
<p>&#8220;<em>Menunggu</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Loe nunggu siapa?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Loe</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Ngapain?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Itu gunanya teman bro, ada yang diajak melakukan hal-hal bodoh yang gak masuk akal kayak gini. Hahahahha</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Hahahhahah&#8230;</em>&#8221; kami tertawa berbarengan.</p>
<p>***</p>
<p>Dan kalian sedang menunggu siapa?</p>
<p style="font-family: verdana"><em>Now I was sitting waiting wishing<br />
That you believed in superstitions<br />
Then maybe you&#8217;d see the signs<br />
But Lord knows that this world is cruel<br />
And I ain&#8217;t the Lord, no I&#8217;m just a fool &#8230;&#8230; <strong>Jack Johson - Sitting Waiting Wishing</strong></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2007/11/23/menunggu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Joyfull</title>
		<link>http://www.aprian.net/2007/09/29/joyfull/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2007/09/29/joyfull/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 09:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2007/09/29/joyfull/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ke Citoz ya pak&#8220;.
&#8220;Mau lewat tol?&#8221;.
&#8220;Gak usah deh mas, jam segini lancar kok&#8220;.
Supir taxi bluebird ini menyapaku ramah. Selain mobil yang bersih dan relatif baru, yang aku sukai dari si burung biru ini adalah supirnya yang ramah dan senang bercerita.
&#8220;Ramai mas hari ini?&#8221;
&#8220;Ya begitulah pak. Namanya orang cari rejeki&#8220;.
Pertanyaan pembuka itu selalu kuajukan kalau aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Ke Citoz ya pak</em>&#8220;.</p>
<p>&#8220;<em>Mau lewat tol</em>?&#8221;.</p>
<p>&#8220;<em>Gak usah deh mas, jam segini lancar kok</em>&#8220;.</p>
<p>Supir taxi bluebird ini menyapaku ramah. Selain mobil yang bersih dan relatif baru, yang aku sukai dari si burung biru ini adalah supirnya yang ramah dan senang bercerita.</p>
<p>&#8220;<em>Ramai mas hari ini</em>?&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Ya begitulah pak</em>. <em>Namanya orang cari rejeki</em>&#8220;.</p>
<p>Pertanyaan pembuka itu selalu kuajukan kalau aku menumpang taxi. Menyenangkan untuk berbincang-bincang dengan mereka. Banyak hal yang bisa dilihat dan digali. Dan sering tanya jawab basa basigini berubah menjadi ajang <em>curhat</em>. Ada yang <em>curhat </em>tentang kondisi di kampung halamannya, ada yang <em>curhat </em>tentang keluarganya, ada <em>curhat </em>tentang ideologi politis mereka, bahkan ada yang menangis <em>curhat </em>bagaimana anak perempuannya menikah tanpa memberi kabar padanya.</p>
<p>Aku tak bermaksud untuk mengorek-orek kehidupan orang lain ataupun untuk mau tahu urusan orang lain. Aku hanya ingin mendengar cerita mereka, melihat dunia dari sudut pandang orang lain dan terkadang aku hanya ingin membunuh waktu selama jam perjalanan.</p>
<p>Terima kasih aku telah diberi &#8220;jendela-jendela&#8221; untuk melihat dunia dan hidup dari sudut pandang yang beragam.</p>
<p><em><strong>Joyful</strong>..</em></p>
<p>***</p>
<p>&#8220;<em>Terima kasih pak</em>&#8221; sambil ku angsurkan uang 20-ribuan padanya. Dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih.</p>
<p>Masih kurang 5 menit dari jam perjanjian. Aku berdiri di <em>lobby </em>sambil menunggu dan melihat-lihat. Salah satu kegemaranku adalah melihat keramaian, melihat orang melakukan aktifitas.</p>
<p>Mall ini adalah salah satu mall yang ramai. Siang dan malam sama ramainya. Siang banyak pegawai kantor atau bos-bos yang makan siang ataupun mengadakan meeting disini. Entah <em>meeting </em>atau meeting.</p>
<p>Ibu-ibu mengandeng anaknya, abg-abg putri yang lucu dan imut banyak bersliweran di sini. Malamnya juga begitu, ramai. Apalagi malam-minggu, sepertinya semua orang jakarta selatan makan malam disini. Tapi enaknya, &#8220;pemandangan&#8221;-nya indah. Setidaknya menunggu bukanlah hal yang membosankan jadinya.</p>
<p><em><strong>Joyful</strong>&#8230; </em></p>
<p>***</p>
<p>Mobil escudo ungu itu masih terjebak macet di pintu masuk mall ini. Menunggu giliran untuk masuk dan melewati lobby. Pengemudinya gadis muda cantik. Berbaju pink dengan cardigan pink yang lebih lembut. Rambutnya dibiarkan tergerai. Wajahnya sedikit cemberut, mungkin kesal menunggu antrian hanya untuk masuk ke mall ini.</p>
<p>Aku tersenyum melihatnya. Sebenarnya semua orang juga tampak cemberut untuk menunggu. Macet, hanya karena banyak mobil yang menaikkan dan menurunkan penumpang di lobby yang tak begitu besar ini. Rasanya orang-orang Jakarta ini perlu diberi bekal kesabaran lebih banyak lagi.</p>
<p>Jalur mulai sedikit bebas, mobil escudo itu makin mendekat ke lobby.</p>
<p>Aku berlari mendekati mobil itu, membuka pintu dan duduk di sebelah gadis itu.</p>
<p>&#8220;<em>Dah lama</em>?&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;<em>Lumayan</em>&#8220;. jawabku sambil tersenyum.</p>
<p>Siang yang panas dalam mobil ber-AC bersama gadis yang cantik.</p>
<p><em><strong>Joyfull</strong>&#8230;.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2007/09/29/joyfull/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bohong</title>
		<link>http://www.aprian.net/2007/06/26/bohong/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2007/06/26/bohong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2007 08:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2007/06/26/bohong/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Loe bisa bohongi temen-temen loe, bisa bohongi keluarga loe, bisa bohongi gue dan bahkan loe bisa bohongi seluruh dunia&#8230;&#8230; 
Tapi loe gak akan bisa bohongi diri loe sendiri!&#8221;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Loe bisa bohongi temen-temen loe, bisa bohongi keluarga loe, bisa bohongi gue dan bahkan loe bisa bohongi seluruh dunia&#8230;&#8230; </em></p>
<p><em>Tapi loe gak akan bisa bohongi diri loe sendiri!&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2007/06/26/bohong/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan</title>
		<link>http://www.aprian.net/2007/04/27/pertanyaan/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2007/04/27/pertanyaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2007 16:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2007/04/27/pertanyaan/</guid>
		<description><![CDATA[Duduk diam disini dengan kepala penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang aku tahu pasti tidak akan terjawab membuatku muak dan lelah. Ternyata jauh lebih lelah seperti ini daripada mengejar bola 2&#215;45 menit melawan anak-anak RT sebelah dalam pertandingan bola antar RT di bandung dulu.
Sepertinya aku harus belajar lebih keras untuk lupa. Lupa, sesuatu yang dulu kuanggap mengganggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Duduk diam disini dengan kepala penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang aku tahu pasti tidak akan terjawab membuatku muak dan lelah. Ternyata jauh lebih lelah seperti ini daripada mengejar bola 2&#215;45 menit melawan anak-anak RT sebelah dalam pertandingan bola antar RT di bandung dulu.</p>
<p>Sepertinya aku harus belajar lebih keras untuk lupa. Lupa, sesuatu yang dulu kuanggap mengganggu karena sering kali membuatku mengalami banyak masalah, sekarang adalah satu-satunya jalan agar otakku ini tak muak dan lelah dirongrong pertanyaan-pertanyaan ini.</p>
<p>Mungkin lupa itu bukan lawan dari ingat, tapi lupa ada komplemen dari ingat. Seperti dua sisi keping uang receh, mereka ada untuk menjadi satu, bukan untuk saling berlawanan. Kadang &#8220;ingat&#8221; adalah hal yang diperlukan dan kadang &#8220;lupa&#8221; ini juga yang kita perlukan. Mungkin juga itu kenapa selalu ada sisi dari tiap hal di dunia ini. Ah, nanti kita tanyakan saja pada Tuhan. Ini saja sudah menambah pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa kujawab.</p>
<p>Lalu kalau sekarang tidak bisa lupa bagaimana?. Itu lagi pertanyaan baru. Kenapa hidup ini selalu dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan? Apa memang kita hidup untuk menjawab pertanyaan?. Nah kan, pertanyaan lagi?.</p>
<p>Rasanya aku perlu pengalih perhatian saat ini. Sesuatu yang membuatku berhenti bertanya-tanya seperti ini. Tapi sebelumnya, kamu percaya kalau tiap masalah yang kamu hadapi itu jawabannya selalu ada di sekitar kita? Kalaupun jawabannya tidak ada di sekitar kita, tapi orang-orang atau hal-hal yang membantu kita menemukan jawaban akan ada di sekitar kita. Dekat dengan kita. Percaya?. Aku percaya itu. Aku percaya karena hal seperti itu sering terjadi. Ya ini bukan kebenaran mutlak, hanya soal kepercayaan aja. Bukankah kita hidup dengan apa yang kita percayai?</p>
<p>Jadi.. Di sebelah kananku ada  buku Long Tail-nya Chris Anderson yang belum terbaca. Di sudut depan kanan, ada 5 DVD bajakan. The Pursuit of Happyness, The Illusionist, Flags of our father, Letters from Iwo Jima, Apocalypto. Sebelah kiriku Trax edisi April dengan pose Avril Lavigne yang menurutku seksi. Di depan atasku ada Doa Sang Katak Anthony de Mello, Rule of Four yang belum terbaca dan beberapa buku lain. Di sebelah kiri depan ada gunting.</p>
<p>Gunting rasanya gak akan membantuku saat ini. Avril juga tak begitu menggoda imanku. Long Tail? Otakku sedang mumet mencerna bahasannya. Doa sang katak? Sudah lebih dari 5 kali aku baca. Jadi yang tersisa mungkin film-film ini.</p>
<p>Rasanya dari tadi dvd ini menggodaku. Mudah-mudahan aku menemukan jawaban disini. Kalaupun tidak, mudah-mudahan menemukan inspirasi untuk menemukan jawabannya. Kalaupun juga tidak, mudah-mudahan aku bisa menghilangkan rasa muakku ini. Judulnya juga merefleksikan apa yang kurasa saat ini.</p>
<p>The Pursuit of Happyness&#8230;<br />
***</p>
<p>Malam ini, malam yang katanya dimana keinginan-keinginanku akan terkabul karena tanggalnya istimewa buatku, aku hanya menginginkan sesuatu yang semua orang juga pasti inginkan &#8230;.. Kebahagiaan.</p>
<p>Doakan aku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2007/04/27/pertanyaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>sakit</title>
		<link>http://www.aprian.net/2007/03/03/sakit/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2007/03/03/sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2007 10:19:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2007/03/03/sakit/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;kenapa rasanya sakit sekali?&#8221;

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>kenapa rasanya sakit sekali?&#8221;<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2007/03/03/sakit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat tahun baru 2007 ?</title>
		<link>http://www.aprian.net/2007/01/01/selamat-tahun-baru-2007/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2007/01/01/selamat-tahun-baru-2007/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2007 08:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2007/01/01/selamat-tahun-baru-2007/</guid>
		<description><![CDATA[Selamat sore!
Gue baru bangun nih. Bagaimana pesta tahun baru-nya tadi malam?. Rame, seru, gila, nendang atau biasa aja?.
Gue &#8230; hmm, cuma main games Dotta di sebuah games center di jalan Diponogoro sama temen gue sampai jam 1/2 6 pagi. Kayakna kemarin lebih sibuk mikirin gimana lucifer, hero gue, bisa punya attack yang lebih kuat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat sore!</p>
<p>Gue baru bangun nih. Bagaimana pesta tahun baru-nya tadi malam?. Rame, seru, gila, nendang atau biasa aja?.</p>
<p>Gue &#8230; hmm, cuma main games Dotta di sebuah games center di jalan Diponogoro sama temen gue sampai jam 1/2 6 pagi. Kayakna kemarin lebih sibuk mikirin gimana lucifer, <em>hero</em> gue, bisa punya <em>attack</em> yang lebih kuat dan bisa ngeluarin <em>magic</em> buat ngebunuh <em>hero</em> musuh lebih cepat. Lebih pusing mikirin gimana markas gue di serang terus menerus dan pertahanan gue udah mulai jebol daripada sibuk berhitung mundur dan meniup terompet untuk nunggu pergantian tahun.</p>
<p>Basi?</p>
<p>Gak juga sih. Secara gue akhir-akhir ini &#8230; eh, bukan akhir-akhir ini, 2 bulan belakangan ini sedang mengalami masalah gangguan hati dan kram otak makanya mood buat pesta-pesta, hura-hura untuk tahun baru jadi gak masuk dalam daftar <em>must</em> yang harus gue lakukan. Bikin <em>wishlist</em> sama bikin resolusi kayak biasanya aja nggak. Bener-bener nggak kepikiran sama sekali.</p>
<p>&#8220;Oi..sehat fisik &#038; hati dul?&#8221;, SMS dari si <a title="Diki Ayam" href="http://diki.or.id">ayam</a> yang bikin hp gue rame pagi-pagi tadi. Tapi sms-nya bikin gue jadi kepikiran juga.</p>
<p>Sehat fisik?</p>
<p>Kalau ukurannya gue masih hidup, ya gue masih posting di blog gue sampai saat ini. Tapi gak tahu juga kalo 2 jam lagi gue ketabrak truk manggis trus ketimpa tangga pula, he he he. Tapi kalo ukurannya berat badan, tekanan darah dan teman-teman statistik vitalitas tubuh itu, mungkin gue lagi sakit juga. Ini juga makan pagi gue jam 3 sore gini. Badan gue lagi gak konek ma otak gue ni. Sinyal-sinyal lapar gak kunjung dikirim dari otak. Kayakna lagi nge-hang.</p>
<p>Pernah gak loe ngerasa kebanyakan informasi yang datang dalam otak loe?. Kayak badai tsunami gitu. Sampai loe harus kewalahan sendiri untuk nerima, nyerap, memilah mana yang penting, mana yang sampah, mana yang harus dipikirkan, mana yang harus dilupakan, mana yang harus diingat. Dan pada puncaknya loe ngerasa kepala loe berasap dan loe pengen neken <em>ctrl-alt-del</em> buat ngereset biar otak loe mulai kerja lagi dari awal tanpa ngalamin badai informasi kayak gini.</p>
<p>Trus hati?</p>
<p>Kayakna pertanyaan ini harusna mang dijadiin satu. Menurut gue sih Hati dan otak itu satu paket. Hati riang otak normal dan hati sedih otak gila. Karena hati riang otak gak perlu bekerja keras untuk menstabilkan hati. Coba hati sedih, otak bekerja keras supaya hati riang lagi kan. Jadi ada beban tambahan lagi buat si otak. Tapi kalo si hati gak diurusin supaya riang lagi, yang ada otak bekerja seperti robot, tanpa rasa. Dan itu artinya loe bukan lagi jadi manusia.</p>
<p>Bingung?</p>
<p>Tenang, gak usah panik. Gue yang nulis aja juga bingung gue nulis apaan ini. Buat gue, ini cuma pelarian buat otak gue yang lagi kram dan hati gue yang lagi kelabu. Isinya mah gak penting. mungkin iklan obat kuat yang ada di Pos Kota jadi lebih penting daripada ini.</p>
<p>Jadi?</p>
<p>Ya jadi inilah tahun baru gue&#8230; eh salah, inilah ucapan selamat tahun baru dari gue. Dan maaf, saya sedang tidak merayakan tahun baru kali ini. Mungkin tahun depan saja, doakan saya tidak tertabrak trus manggis ya? :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2007/01/01/selamat-tahun-baru-2007/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Api</title>
		<link>http://www.aprian.net/2006/11/29/api/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2006/11/29/api/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2006 13:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2006/11/29/api/</guid>
		<description><![CDATA[Aku sudah lama sendiri di sini, di sudut lapangan berdebu disebuah desa. Dulu anak-anak kecil senang bermain disekitarku, tapi sejak aku dicurigai menjadi sarang para hantu dan setan dan anak-anak itu ditakut-takuti oleh ayah ibunya jika sedang nakal, aku menjadi sendiri disini. Penduduk kampung juga seperti membenciku tapi segan menebangku karena takut kalau para setan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sudah lama sendiri di sini, di sudut lapangan berdebu disebuah desa. Dulu anak-anak kecil senang bermain disekitarku, tapi sejak aku dicurigai menjadi sarang para hantu dan setan dan anak-anak itu ditakut-takuti oleh ayah ibunya jika sedang nakal, aku menjadi sendiri disini. Penduduk kampung juga seperti membenciku tapi segan menebangku karena takut kalau para setan yang &#8220;bersarang&#8221; disini marah. Penduduk yang aneh.</p>
<p>Kalian pasti terkejut bagaimana sebuah pohon beringin bisa bicara. Tapi kalau boleh aku ungkap, sebenarnya kami para tanaman bisa bicara. Betul itu, aku tak bohong. Tapi mungkin kalian manusia butuh sesuatu untuk mendengarkan. Butuh hati yang tulus.</p>
<p>***</p>
<p>Sejak sedari 3 hari ini, seorang pemuda sering datang. Berperawakan Kurus, tinggi, dengan kulit yang kecoklatan dan seperti kurang terawat. Wajahnya kusut. Tatapannya lebih sering menerawang jauh. Kosong. Mungkin itu biasa, yang paling membuatku heran adalah letupan-letupan api amarahnya. Ini tak seperti biasa, cenderung berlebih. Kadang memancar panas yang kuat, kadang hilang begitu saja. Tapi lebih banyak memancar kuat.</p>
<p>Hari ini dia cuma duduk menyender pada tubuhku, api dalam tubuhnya juga hilang. Wajahna terlihat letih. Ia cuma memandang kejauhan, seperti mengharap sesuatu akan datang. Tangannya lebih sibuk melempar-lempar batu kecil yang ada disekitarnya. Kemarin-kemarin ia tidak begini, kadang ia memukulku hingga kelelahan dan jari-jarinya berdarah. Kadang ia hanya mondar mandir di depanku sembari menendang-nendang tanah. Kadang ia diam berlutut, dan membenamkan kepalanya. Bahkan sempat ia menggigil seperti kedinginan, menggenggam jemarinya erat seperti menahan rasa sakit dari dalam dirinya.<br />
Tapi ia tak pernah bicara, berteriak bahkan berbisik sekalipun. Ia hanya diam.</p>
<p>Aku juga cuma bisa diam. Jika saja dia bisa mengerti apa yang kubicarakan, mungkin kita bisa&#8230;yaah, istilah manusia-nya&#8230;.curhat.</p>
<p>&#8220;<em>Kamu bisa mendengarku kan?&#8221;</em> tanyanya lirih tanpa menatapku. &#8220;<em>Awalnya aku pikir ini hanya perasaanku saja yang bicara. Tapi, akhir-akhir ini semakin terasa</em>&#8220;. Aku cukup terkejut. Belum pernah ada yg bisa berbicara padaku. &#8220;<em>Ya nak, aku mendengarmu</em>&#8220;, sahutku.</p>
<p>Ia kembali diam.</p>
<p>&#8220;<em>Kamu baik-baik saja?</em>&#8220;. Rasanya pertanyaanku aneh, tapi aku juga bingung mau bertanya apa. Ia juga hanya diam, melempar sebuah batu kecil jauh-jauh. &#8220;<em>Kalau aku jawab ya berarti aku bohong, tapi kalau aku jawab tidak, saat ini aku masih hidup. Menurutmu?</em>&#8220;. Ternyata pertanyaan sependek itu butuh jawaban yang panjang dan lagi malah bertanya balik. Menyebalkan!.</p>
<p>&#8220;<em>Kamu kenapa nak? Kenapa marah seperti itu?</em>&#8220;.</p>
<p>Ia berdiri, berjalan memutariku, lalu berhenti dan berdiri membelakangiku menghadap matahari terbenam.</p>
<p>&#8220;<em>Darimana kamu tahu?</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Yah, nenek-nenek sariawan juga tahu kalau kamu lagi marah</em>&#8220;.</p>
<p>Ia menatapku sekilas, tersenyum tipis.</p>
<p>&#8220;<em>Kamu tahu rasanya dicampakkan?</em>&#8221; tanyanya.</p>
<p>&#8220;<em>Hmmm&#8230;mungkin pernah. Dulu anak-anak kecil banyak bermain disini. Menghibur untuk pohon beringin setua seperti diriku melihat anak-anak bermain dan tertawa. Tapi kemudian beredar kabar kalau aku adalah sarang hantu dan setan. Sejak saat itu mereka tak pernah bermain disini lagi. Aku merasa tercampakkan.</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Kamu mengalaminya?</em>&#8221; tanyaku.</p>
<p>Ia diam. Api dalam tubuhna membesar lagi. Wow!. Dan buatku itu artinya ya.</p>
<p>&#8220;<em>Tak baik menyimpan amarah. Maafkanlah nak.</em>&#8221;</p>
<p>&#8220;<em>Maaf? Emang lebih gampang ngomong!. Kamu pikir setelah bicara maaf lalu semua bisa selesai dengan baik seakan-akan gak terjadi apa-apa? Bagaimana dengan perasaanku?. Bagaimana dengan lukaku?</em>.&#8221;</p>
<p>Api ditubuhnya semakin membesar. Aku jadi bertanya-tanya siapa yang mencampakkannya sampai seperti ini? Dan bagaimana sampai amarahnya tak tertahan seperti ini.</p>
<p>&#8220;<em>Lalu maumu apa nak kalau meminta maaf tidak menyelesaikan masalah?. Mungkin lukamu bukan karena tercampakkan, tapi mungkin ia menusuk tepat di egomu.</em>&#8221;</p>
<p>Ia terdiam, menunduk dan menutup wajah dengan tangannya. Ia seperti menahan sesuatu yang amat sangat sakit. Api dalam tubuhnya masih menyala-nyala besar.</p>
<p>&#8220;<em>Kamu bisa memilih untuk diam disini dan membiarkan api itu membakarmu. Atau kamu bangkit, menegakkan dagu dan menghadapi ketercampakkanmu itu. Dicampakkan bukan berarti kalah nak. Kalah hanya jika kamu diam dan membiarkan dirimu terbakar. Kamu boleh bersedih, tapi tak boleh larut</em>&#8220;.</p>
<p>&#8220;<em>Nak, Tuhan menganugerahkan manusia 3 hal. Keberanian, untuk menerima tantangan, menghadapi semua resikonya. Ketabahan, untuk tetap tegak berdiri ketika semua hal buruk datang mendera dan Kebijaksanaan untuk memilih apakah tetap berani mencoba tantangan atau berhenti dan tabah menerima hasil bahwa telah gagal untuk kemudian mencoba tantangan yang lain</em>&#8220;.</p>
<p>Aku diam. Ia juga hanya diam.</p>
<p>&#8220;<em>Bersikaplah bijak</em>&#8220;.</p>
<p>Ia melepaskan tangan dari wajahnya. Kulihat matanya berkaca-kaca. Bagus nak, biarkan mengalir. Itu akan membuatmu lebih kuat.</p>
<p>&#8220;<em>Ah!, sok bijak!</em>&#8220;, teriaknya.</p>
<p>Sinis sekali. Ia meninggalkanku pergi tanpa sekalipun menolehku. Walaupun ada nada marah disuaranya, tapi tak tampak api lagi di tubuhnya. Kuharap apa yang aku katakan membuatnya tersadar.</p>
<p>Manusia&#8230;manusia penuh dengan ego membuatnya jadi begitu rumit.</p>
<p>***</p>
<p>Esok hari. Ia hanya diam diujung lapangan itu. Wajah diamnya memandangku.</p>
<p>&#8220;<em>Kamu mau kemana?</em>&#8221; tanyaku.</p>
<p>Ia diam, menunduk dan menarik tas ranselnya. Lalu berbalik dan pergi. Masih ada letupan-letupan api kecil di tubuhnya.</p>
<p>&#8220;<em>Pergilah nak, berjalanlah sejauh yang kamu bisa. Padamkan apimu sebelum ia membakarmu dan cari jawaban atas apa maumu</em>&#8220;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2006/11/29/api/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>My Immortal</title>
		<link>http://www.aprian.net/2006/10/24/my-immortal/</link>
		<comments>http://www.aprian.net/2006/10/24/my-immortal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2006 11:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aprian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata-Kata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aprian.net/2006/10/24/my-immortal/</guid>
		<description><![CDATA[ I&#8217;m so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave I wish that you would just leave
Cause your presence still lingers here
And it won&#8217;t leave me alone
These wounds won&#8217;t seem to heal
This pain is just too real
There&#8217;s just too much that time cannot erase
When you cried I&#8217;d wipe [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> I&#8217;m so tired of being here<br />
Suppressed by all my childish fears<br />
And if you have to leave I wish that you would just leave<br />
Cause your presence still lingers here<br />
And it won&#8217;t leave me alone</p>
<p>These wounds won&#8217;t seem to heal<br />
This pain is just too real<br />
There&#8217;s just too much that time cannot erase</p>
<p>When you cried I&#8217;d wipe away all of your tears<br />
When you&#8217;d scream I&#8217;d fight away all of your fears<br />
And I&#8217;ve held your hand through all of these years<br />
But you still have all of me</p>
<p>You used to captivate me by your resonating light<br />
Now I&#8217;m bound by the life you left behind<br />
Your face it haunts my once pleasant dreams<br />
Your voice it chased away oh all the sanity in me</p>
<p>These wounds won&#8217;t seem to heal<br />
This pain is just too real<br />
There&#8217;s just too much that time cannot erase</p>
<p>When you cried I&#8217;d wipe away all of your tears<br />
When you&#8217;d scream I&#8217;d fight away all of your fears<br />
And I&#8217;ve held your hand through all of these years<br />
But you still have all of me</p>
<p>I&#8217;ve tried so hard to tell myself that you&#8217;re gone<br />
But though you&#8217;re still with me<br />
I&#8217;ve been alone all along</p>
<p>When you cried I&#8217;d wipe away all of your tears<br />
When you&#8217;d scream I&#8217;d fight away all of your fears<br />
And I&#8217;ve held your hand through all of these years<br />
But you still have all, all of me<br />
me</em></p>
<p><strong>Evanescence - My Immortal</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aprian.net/2006/10/24/my-immortal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
