Kata Kata Pada Mata, Telinga, Mulut dan Hati

aprian - October 22nd, 2004
Pernah punya mimpi ?.
Bukan, bukan mimpi bunga tidur, bukan mimpi soal nomer togel atau juga mimpi basah. Mimpi harapan maksudku. Keinginan yang besar. Kita biasa menyebutnya mimpi juga bukan ?
Dulu, seperti orang-orang lainnya, otakku selalu dijejalkan “jangan mimpi deh loe, ntar kalo gak kesampaian bisa gila“. Tapi ketika SMA, ketika saya ikut dalam kursus-kursus dalam sebuah MLM, hal pertama yang diajarkan adalah bagaimana membangun mimpi.
Benar… membangun mimpi.
Kata mereka, kita tidak boleh takut punya mimpi. Pesawat terbang dimulai dengan sebuah mimpi bahwa manusia juga bisa terbang seperti burung. Perjalanan keluar angkasa juga dimulai dari sebuah mimpi bahwa manusia bisa berjalan-jalan keluar dari bumi. Bahkan microsoft yang anda gunakan sekarang (ya kebanyakan -red) dibangun dengan mimpi untuk menghadirkan setiap PC di setiap rumah di seluruh dunia. Banyak kemajuan dibangun dari sebuah mimpi.
Aku lalu berpikir. Aku juga ingin punya mimpi. Dan aku juga ingin mewujudkan mimpi itu.
Aku mulai membuka majalah-majalah, melihat tivi, berjalan-jalan ke mal-mal. Di otakku banyak hal yang aku simpan, yang ingin aku jadikan mimpi.
Suatu hari, kata merekapun, kamu harus hidup dengan mimpimu, tidur dengan mimpimu, bernafas dengan mimpi, rasakan mimpimu mengalir di setiap pembuluh darahmu. Imajinasikan mereka hingga seperti nyata. Itu kata mereka.
Mulai kupotong-potong impian-impian yang ada dalam majalah, beberapa yang abstrak aku tulis dalam sebuah buku. Aku baca, aku bayangkan mereka setiap hari. Jika aku ke mal, aku akan melihatnya, memandangnya, mengelusnya, meresapinya seperti nyata dalam genggamanku.
Tahun-tahun berlalu.
Mimpi itu ternyata berubah-ubah. Ia mengikuti kita. Semakin hari, mimpi-mimpiku di masa SMA semakin memudar, berganti dengan mimpi-mimpi baru dari masaku di kuliah. Sekarangpun, itu ternyata berbeda lagi.
Tapi, kalau aku melihat mimpi-mimpiku…ada kesamaan. Ada satu garis merah dari mimpi-mimpiku. Satu kesamaan. Sebuah domain besar membungkus mimpi-mimpiku semua itu. Dan itu yang menjadi mimpi besarku. Mimpi yang akan aku perjuangkan.
Satu hal yang mereka tanamkan di otakku ketika SMA bahwa menggapai mimpi bukan persoalan yang mudah. Ketika kamu berani bermimpi maka kamu seperti menandatangani sebuah kontrak bahwa kamu mau menjalani perjalanan berat dengan semua resikonya tanpa mengeluh sedikitpun.
Buatku itu tidak mudah. Bermimpi memang mudah, tapi mewujudkannya, itu seperti sebuah mimpi buruk. Kadang ingin menyerah, berhenti saja dan melupakan mimpi-mimpi itu.
Ada kata-kata bijak yang aku dapat dari komik kungfu boy, kata-kata yang sederhana tapi membuatku bertahan, “Jangan menyerah. Kalau kamu menyerah semua orang yang kamu sayangi akan menderita“.
Dan temanku berbisik lembut dikupingku “be strong, everything gonna be fine“.
Ketika semua jalan seperti tanpa harapan, ketika semua cahaya hampir padam dan ketika semua asa telah hilang kata-kata itu mengusik takutku, menggangguku, membuat bertahan dan mencari setitik nyala lilin dalam gelap.
Sekarang, di titik ini, gerbang telah dibuka. Sebuah jalan berkabut tanpa pilihan untuk kembali sudah terbentang. Tapi disana, jauh disana, aku sudah melihat samar, mimpi-mimpi itu menanti untuk digenggam.
Perjalanan ini masih panjang dan masih banyak rintangan akan datang. Tapi aku percaya, 8 tahun lagi aku akan menggenggamnya, membuatnya nyata dalam diriku.
***
Dan kamu… apa mimpi-mimpimu?
mimpi : mewujudkannya ga’semudah membalikan telapak tangan…tp dgn bermimpi ada suatu asa…:)
pha kabar Aprian…dah balik keperadaban lagi neh :D
moga2 ga’ sampe 8 thn mimpi2 lu bisa digenggam….
mimpi = cita2 enggak yah ?
it`s nice to have a hope on dreams come true ..
bukan mimpi sih.. tapi harapan, untuk segera menemukan pria terbaik dlam hidup gue :)
mimpi.. bisa banyak kan? Kalo gituw, ga keitung mimpinya.. tapi tetep belom tersampaikan… :D
wah kayaknya bagus juga tuh kata2 cukilan dari kungfu boy, bagus buat semacam cambuk untuk menggapai mimpi-mimpi yang gue blom capai…
btw kungfu boy # brapa yah? :)
tianshi bukan pri?
Hmm… 8 taun ? :)
selama masih punya raga, jiwa dan pemikiran, kenapa harus takut bermimpi….
hidup ini khan mengukir mimpi juga, bukaann..? ;)
Numpang lewat cuma mo bilang
MU SUCK….:P
kalo gue mungkin lebih suka nyebutnya masa depan. big issue in my life lately, yg ternyata bikin jungkir balik ya. hehehe. sebagian menyebutnya mimpi, mungkin ya. tp bagi gue itu masa depan dan harus terwujud.
yg paling dekat gue rencananya tahun depan kalo gak april ya juni. sesuatu harus terwujud. :)
ga salah dong punya mimpi, “tidak menjadi korban arsenal ke 50!” ..ya khan? :)
yanti: kalo mudah seh udah banyak orang hidup bahagia. Ya gak ?. Sehat-sehat..makasih.Makasih doanya :)
yudha: sama aja kok..:)
w: betul sekali..do u have a dreams come true ?
blub: didoakan deh..semoga tercapai :)
itha: hayo donk.. kamu bisa !!.heheehhe
danz: yg waktu dia ikut pertandingan, dan udah hampir kalah itu. Ah lupa seri berapa.. :D
mas gre: bukan mas… :)
lhukie: no keberuntngan aja..heuehuhue :P
dyah: hidup utk mengukir mimpi..indah kata2nya.. :)
yanti: hidup MU !!..hehehehe
an: semoga sesuatu itu bisa terwujud ya an. Gue bantu doa aja an.. ;)
snydez: ye ah betulll kak soni..hidup MU !!..heheheheh
mimpiku cuma satu: hidup untuk menulis. tapi spt katamu, jalannya terjal dan berliku. huhuhu.. ;)
mbok ari?? mimpiin aprian nraktir be guling :D hehehhe dah lama gak gak kesini akhirnya di update juga sama aprian :) sibuk nggih?
jadi inget lagunya oppie dulu: “andai a a a a …”, tp klo saya bukan pengen pny mobil mewah. yg saya mimpikan adalah indonesia yg lbh ‘bersih’, secara tersurat dan tersirat.
Sungguh indah apa yang kamu katakan. Mimpi itu memang menakjubkan. ia adalah sebuah harapan apabila dibarengi dengan usaha dan ikhtiar. namun ia hanyalah angan jika kita berpangku tangan. Harapanku adalah: 1. Islam kembali jaya 2. Aku ingin menjadi Milyuner 3. Aku ingin membahagiakan semua orang 4. Aku ingin mengatakan disini, dan jika engkau mendengarnya wahai kekasihku, maka ingatlah selalu, bahwa sebenarnya aku sangat mencintaimu. Jangan pernah ingat lagi perkataanku yang menyakitkan pada waktu itu. Dan lupakanlah kejadian dengan Mitra. Kamu adalah satu satunya wanita di hatiku. Kamu adalah satu satunya wanita yang pernah singgah di hatiku yang membuatku kagum. Hanya kamu satu satunya… Aku mencintaimu, Vivik Andaryani… Dari: Wahyu Awaludin (SMA 73 Jakarta)
Terima kasih atas kenangan di Jogja. Akan selalu kuingat saat saat di bus 4 yang kita naiki. Saat saat dimana kita bercengkrama dan tertawa, saat saat dimana wajah kita merona. Saat saat aku merangkum untaian kata dan makna untukmu. Saat bersanding berfoto bersama para sahabat terbaik kita (teman teman 2 E SMAN 73 Jakarta angkatan 2004/2005) di pantai, yang kurasa itu adalah saat saat terbaik. Saat saat ketika kita saling berboncengan, dan semua saat saat yang takkan terlupa… Yang tentu semuanya tak bisa kuungkap di sini… Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu…Hanya satu yang ingin kukatakan…”Setelah ini, kenangan apa lagi yang akan terjadi?”
sehrt
Ketenangan itu terletak pada dzikir, dan kemanisan itu terletak pada tafakkur. Kebahagiaan itu terletak pada ketaqwaan dan kesengsaraan itu terdapat pada pembangkangan (kepada Allah).
Kini aku berada di persimpangan jalan. Yang satu menuju ke jalan kebahagiaan dan satu lagi menuju ke jalan kesengsaraan, dan diantaranya terdapat dua tirai yang penglihatanku tak dapat tembus ke dalam, serta di masing masing jalan itu terdapat seseorang yang mengajakku menuju jalan yang mereka lalui. Bedanya, jalan sebelah kananku, yang penuh kebahagiaan, berdiri seseorang yang memakai baju putih bersih -hanya seorang-, dengan wajah teduh bercahaya dan berkeprbadian menawan, tidak memaksaku untuk ikut, namun hanya tersenyum dan mengajakku dengan ramah. Sedangkan jalan di sebelah kiriku, jalan yang menyengsarakan, berdiri berbagai orang yang banyak dan memegang berbagai macam hal yang diingini oleh hatiku. Mereka terus menggodaku untuk mengikuti mereka dengan iming iming barang barang itu. Aku berdiri bingung, dan aku memang pantas untuk bingung…
Tiga tahun aku tertipu, atau tepatnya hampir tiga tahun aku mengejar sesuatu yang semu dan fatamorgana. Aku… aku merasa tidak berguna dan aku merasa telah menyia nyiakan waktu dan hidupku yang berharga. Hatiku sakit dan terpana. Sakit karena penyesalanku dan terpana karena kebodohanku. Mengapa? mengapa itu bisa terjadi? mengapa aku bisa tertipu mentah mentah dan aku tidak menyadarinya?
Kemudian, akhirnya, setelah melewati masa masa yang hampa, aku bertemu dengan dirinya. Dirinya…
Seseorang yang ketika dia berbicara dapat menyejukkan hatiku yang gersang. Seseorang yang perkataannya singkat, padat, namun sangat menyntuh, penuh optimisme, perasaan, emosi, dan kehangatan, serta sangat bermakna dan tidak sia sia. Seseorang yang dari wajahnya seolah memancarkan cahaya. Seseorang yang ketika dia melihatku selalu tersenyum. Seseorang yang berakhlak baik dan seseorang yang seluruh sahabatku-pun menyukainya. Seseorang yang bahkan jika aku hanya melihatnya, hatiku merasa tenteram. Seseorang yang sangat besar peranannya bagiku. Seseorang yang sangat berarti bagiku. Aku sangat mencintainya dan kuharap dia juga mencintaiku.
Pada hari itu, di hari yang diberkahi, hari yang cerah, aku duduk di hadapan dirinya, kemudian aku berbicara tentang masalahku, tentang ketertipuanku, tentang kebodohanku… Maka, dia hanya menjawab dengan satu kalimat. Satu kalimat yang sangat bermakna bagiku, karena memang itulah jawaban yang selama ini kucari,jawaban yan selama seolah menguap dan aku tak mampu menggapainya. Jawaban yang selama ini tak pernah kusangka. Jawaban yang telah mengenai hatiku…
Terima kasih…
Sekali lagi, terima kasih banyak…
Aku tak dapat memberikan apa apa untuk dirimu…
Selain dari cinta yang tulus…
Dan doaku kepada Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang…
Aku mencintaimu karena Allah, dan kuharap engkau juga berkata:
“Semoga Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintaiku karena-Nya”
Gw punya pelajaran nih. Now gw kls 3 SMA, tapi gw ngerasa belajar gw gak ada artinya gitu deh..
Trus gw ngobrol ma salah satu guru gw yang gw kagum. Hebat dah ntuh orang.. gini nih:
“Pak, sebentar lagi kan mo UAN, tapi kayaknya saya gak mood buat ikut UAn, saya gak ada semangat, gimana, nih?”
dia jawabnya gini:
“Hanya satu kalimat untuk kamu. Kamu selama ini tidak ikhlas.”
Hari itu adalah hari Jum’at, tanggal 10 Maret 2006 jam 13.00 WIB
Terima kasih ya guru… sekarang gw ngerasain semangat yang membara lagi yang dah lama gak prnh gw rasain lagi.
Kaolo gitu mimpi adalah sesuatu yg harus ada,krn mimpi adl anugerah.. ok!!! Katakan percaya deh aku bisa mewujudkan, dan semua akan baik2 saja
your story was effect me much cause i’ve feel the same way with u right now, n i’ll become believe that i still have my path to pick up my dreams, my wildest dreams!!!i want it to be come true, wish God will hear my pray, amin
ehmm…teruslah bermimpi….
ya.9itu dech………..